Thursday, September 25, 2014

Siapa saja yang tidak boleh minum teh kombucha ?

Ternyata tidak semua orang boleh meminum teh kombucha.

Lalu, siapa saja yang tidak boleh minum teh kombucha.

Jika Anda belum pernah minum Kombucha sebelumnya, ada baiknya Anda mengkonsumsi Teh Kombucha dalam jumlah yang sedikit dahulu agar tubuh dapat membiasakan diri. Jika Anda memiliki sejarah kesehatan yang kurang baik atau sedang dalam kesehatan yang kurang baik, maka Anda harus mengkonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit lagi untuk mencobanya. Anda harus memperhatikan efek samping dari tubuh Anda dan mengenal bagaimana dengan kesehatan Anda sendiri, sehingga Anda dapat memutuskan berapa banyak dosis yang bisa Anda minum. Silakan berkonsultasi dengan praktisi kesehatan Anda jika Anda tidak yakin dosis dan jumlah teh yang akan diambil. Kami hanya rekomendasikan bagi Anda yang sedang dalam keadaan sehat!
Kami sangat menyarankan untuk berhati-hati / tidak mengkonsumsi teh Kombucha dalam beberapa kondisi sebagaimana berikut:
1.        Anak di bawah 6 tahun. Tubuh anak yang sedang berkembang tidak dapat menerima suplemen dan makanan orang dewasa. Kombucha ini sangat kuat dan harus berhati-hati jika diberikan pada balita. Teh Kombucha juga dapat mengganggu sistem perkembangan kekebalan tubuh bayi dalam beberapa cara. Oleh karena itu anda harus mempertimbangkan untuk mengurangi dosis sebelum memberikannya pada anak Anda. Anda juga dapat mencampurnya dengan air, es teh atau jus buah yang sesuai.
Dosis maximal pemberian Teh Kombucha berdasarkan umur :
Ø  Lebih dari 18 tahun (dewasa) = 200 ml (1 gelas)  3 X Sehari
Ø  Umur 15 s/d 17 tahun = 3/4 dosis dewasa             3 X Sehari
Ø  Umur 10 s/d 14 tahun = 1/2 dosis dewasa             3 X Sehari
Ø  Umur 05 s/d 09 tahun = 1/3 dosis dewasa             3 X Sehari
Ø  Umur 03 s/d 04 tahun = 1/4 dosis dewasa             3 X Sehari
-            Bagi yang telah terbiasa silahkan abaikan aturan ini.
-            Boleh diberikan jika anak sudah bisa mencerna madu.
2.        Ibu hamil dan menyusui. Alasannya adalah sama seperti di atas. Gizi dari ibu akan masuk ke anak yang belum lahir dan atau bayi yang sedang disusui. Kombucha dapat merusak sistem perkembangan kekebalan tubuh bayi dalam beberapa cara. Hal ini terutama jika sang Ibu belum pernah mengkonsumsi Teh Kombucha sebelumnya. Oleh karena itu sebaiknya sang Ibu membiasakan diri dahulu mengkonsumsi Teh Kombucha jauh-jauh hari pada jika ingin tetap mengkonsumsi Teh Kombucha selama masa hamil.
3.        Penderita Diabetes. Penderita Diabetes disarankan minum teh kombucha hanya dengan kadar gula rendah atau dengan cara memperpanjang masa fermentasi. Meskipun sebagian besar glukosa diubah menjadi fruktosa dan komponen lain selama proses fermentasi, sebagian masih tetap sebagai gula dalam teh. Ingatlah ini ketika mempersiapkan diet Anda.
4.        Orang dengan fungsi hati yang parah. Teh Kombucha bisa dikatakan racun yang sangat kuat dan akan menarik racun dari tubuh Anda, kemudian melewati mereka melalui hati Anda dalam perjalanan keluar melalui feces. Jika hati Anda tidak berfungsi dengan baik, maka mungkin tidak bijaksana untuk mengkonsumsi Teh Kombucha.
5.        Pecandu alkohol dalam pemulihan. Banyak pecandu alkohol berkata bahwa minum Kombucha sangat membantu selama periode pemulihan mereka. Bisa dikatakan bahwa Kombucha menghapus keinginan untuk mengkonsumsi alkohol. Namun demikian, Kombucha tetap saja mengandung sejumlah kecil alkohol, biasanya kurang dari 1% menurut volume. Setiap pecandu alkohol pasti tahu bahwa jumlah kecil alkohol dapat memiliki efek negatif pada mereka, jadi berhati-hatilah.


Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam

Wednesday, September 24, 2014

Pemikiran Yang Salah Tentang Kombucha

Memang, Kombucha telah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu dan mulai populer sejak tahun 1992, tapi tetap saja masih banyak orang yang masih belum pernah mendengar tentang Kombucha. Selain itu banyak juga yang menerima informasi atau berpikir yang salah tentang Kombucha. Untuk itu, perlu diluruskan kembali pemahaman masyarakat tentang Kombucha, agar tidak terjadi kesimpang siuran tentangnya.

1.        Kombucha adalah Jamur!
Ini adalah pernyataan yang salah. Kombucha sebenarnya bukan Jamur. Dalam bahasa Inggrisnya, dia disebut sebagai SCOBY (Symbiotic Culture Of Bacteria and Yeast), yang berarti: sekumpulan Bakteri dan Ragi membentuk struktur selulosa dan mereka hidup bersama secara simbiotik. Ragi memfermentasi nutrisi dari cairan dimana dia hidup dan membentuk alkohol, dan kemudian bakteri mengubahnya menjadi asam yang menyehatkan bagi tubuh. Lapisan ini disebut juga sebagai Zooglea (lapisan yang hidup).di Indonesia sendiri, karena kita sudah terbiasa menyebutnya sebagai “Jamur”, dan tidak ada istilah yang tepat untuk menterjemahkan tentang “SCOBY”, maka tetap saja kita menyebutnya sebagai “Jamur Kombucha”. Minimal, kita menyebutnya sebagai “jamur” tapi memiliki dasar pemikiran yang benar.
2.        Kombucha dapat menyembuhkan segala Penyakit!
Teh Kombucha sama sekali bukan obat! Kombucha adalah minuman yang ditujukan untuk mempertahankan / meningkatkan kesehatan. Teh Kombucha adalah minuman Probiotik. Apa itu Probiotik? Definisi Probiotik menurut Wikipedia, adalah: “Live microorganisms which when administered in adequate amounts confer a health benefit on the host” Terjemahan bebasnya: “Mikroorganisme hidup yang jika digunakan dalam jumlah yang tepat akan memberikan keuntungan dalam hal kesehatan bagi si pengguna”. Kombucha sarat akan Vitamin B dan Asam Amino yang berguna untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Kombucha dapat membantu mengembalikan keseimbangan tubuh melalui detoksinasi dan meningkatkan fungsi pencernaan. Setelah keseimbangan tubuh dan kekebalan tubuh menjadi baik, sistem imun dalam tubuh kita sendirilah yang akan berperang untuk melawan penyakit, jadi bukan Teh Kombucha yang berperang melawan penyakit! Jadi kalau ada orang yang mengatakan: “Kombucha itu obat Dewa!” itu adalah pernyataan yang salah. Lagipula, kalau sudah level Dewa, dia nggak perlu obat lagi, padahal tidak demikian adanya.
3.        Kombucha bisa membuat Anda Mabuk!
Memang benar Ragi dalam SCOBY memfermentasi gula menjadi alkohol, tapi dalam jumlah yang sangat kecil, sekitar 1% (satu persen). Jadi jika seseorang mabuk akibat minum Kombucha adalah mustahil! (Keterangan tambahan: Indocombucha pernah mengecek produk Teh Kombuchanya di Universitas Pasundan – Bandung per tanggal 11 Juni 2012, dan hasilnya adalah: rata-rata kadar alkoholnya hanya 0,3% saja) Selama masa fermentasi, ragi mengkonsumsi gula menjadi alkohol. Lalu, bakteri memakan alkohol tersebut dan mengubahnya menjadi bermacam-macam Asam, seperti Asam Laktat, Asam Asetat dll. Jadi jika Teh Kombucha semakin lama disimpan, bukan semakin banyak alkohol yang dihasilkan, melainkan asam. Karena setelah Ragi habis mengkonsumsi gula dan menghasilkan alkohol, alkohol diubah menjadi asam oleh bakteri. Jadi sisa yang tertinggal adalah rasa Asam. Semakin lama disimpan, Teh Kombucha akan semakin asam dan akhirnya akan menjadi Cuka Kombucha.
4.        Kombucha adalah haram.
Kalau kita mengacu kepada fatwa LP-POM MUI, maka kita akan dapati bahwa mereka mengatakan bahwa maksimal kandungan kandungan alkohol yang ditolelir adalah 2%. Bila kandungan alkohol melebihi 2%, berarti obat atau minuman itu adalah khamar. Cukup dengan kenyataan ini, kita tahu bahwa LP-POM MUI pun tidak mengharamkan alkohol secara mutlak. Dengan demikian jelaslah bahwa Kombucha adalah minuman yang Halal.

Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam.

Kombucha, Halal kah ?

Perlu diinformasikan, Kombucha (cairan jamur teh) adalah salah satu probiotik yang mulai populer pada tahun 2002. Di Asia, Eropa dan Amerika, teh kombucha selain sebagai minuman, juga dikenal khasiatnya obat berbagai penyakit. Perlu diketahui, Teh Kombucha memfermentasi air teh manis yang ditambahi biang jamur. Jamur teh penghasil cairan Kombucha adalah campuran beberapa mikroba berupa bakteri dan ragi yang tidak berbahaya antara lain Saccharomuces cerevisiae, candida validda, candida lambia dan pichia fermentans.
Oleh beberapa ahli, jamur teh ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sampai disini tidak di permasalahkan khasiatnya. Namun dalam pembuatannya, Kombucha tetap melalui fermentasi dan oksidasi, sehingga terjadi sebuah reaksi pada larutan teh manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh akan “memakan” gula dan sebagai gantinya memproduksi berbagai unsur seperti glucuran acid, latic – acid, vitamin, asam-asam amino, berbagai unsur antibiotik, serta unsur-unsur lain termasuk unsur etil (alkohol).
Namun, Kalau kita mengacu kepada fatwa LP-POM MUI, maka kita akan dapati bahwa mereka mengatakan maksimal kandungan alkohol yang ditolelir adalah 2%. Bila kandungan alkohol melebihi 2%, berarti obat atau minuman itu adalah khamar. Cukup dengan kenyataan ini, kita tahu bahwa LP-POM MUI pun tidak mengharamkan alkohol secara mutlak. (Keterangan tambahan: Indokombucha.com pernah mengecek produk Teh Kombuchanya di Universitas Pasundan – Bandung per tanggal 11 Juni 2012, dan hasilnya adalah: rata-rata kadar alkoholnya hanya 0,3% saja). Dengan demikian jelaslah bahwa Kombucha adalah minuman yang Halal.

Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam.


Cara Membuat Teh Kombucha dan Penyebab Kegagalannya

Minuman kombucha dapat dibuat sendiri dengan biaya murah. Karena jamur senantiasa tumbuh, minuman bisa dibuat dengan sepotong membran jamur-teh dan membiarkan ramuan sehat ini berkembang sendiri. Pembibitannya tidak sulit jika diketahui caranya. Sejak zaman dahulu, minuman Kombucha dipersiapkan di rumah dan dibagi-bagikan kepada  anak-saudara dan handai-taulan sebagai tanda persahabatan serta gotong royong. Teh jamur ini mempunyai daya hidup tinggi dan mudah berkembang biak.

Adalah baik sekali bila anda membuat KOMBUCHA TEA untuk ukuran dua liter.
Sehingga bila anda punya Koloni Kombucha cukup besar, maka anda
akan mudah membuat KT untuk beberapa toples.

Bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain :
1.        2 liter air bersih (jangan air sumur, sebaiknya dipakai aqua atau sejenisnya)
2.        2,5 ons gula pasir putih
3.        Teh. Sebaiknya teh daun.
Setelah mendapatkan cukup banyak informasi mengenai Teh dalam sachet, saya memilih untuk menggunakan daun teh. Memang lebih ribet, tapi lebih sehat. Kenapa? Karena Teh Sachet adalah debu teh dari sisa produksi, kemudian ditambahkan essence pewarna dan perasa teh. Lagipula kertas pembungkusnya berwarna putih karena diberi Chlorine. Jika teh sachet direndam dalam air panas lebih dari 3 menit (ada juga yang bilang setelah 5 menit), kandungan kimia dari kertas tersebut akan terurai.
4.        Jamur Kombucha. Jika Anda belum memilikinya, Anda bisa mendapatkannya disini.
5.        Teh Kombucha yang sudah asam (cuka), kira-kira 10% dari bahan baru yang akan kita buat (dalam contoh ini berarti 200 ml).
Alat-alat yang harus disediakan :
1.        Panci stainless steel untuk merebus air. Perhatikan: Jangan menggunakan panci alumunium! Bisa juga menggunakan panci email yang tidak ada cacatnya (karena kalau lapisan emailnya sudah mengelupas biasanya keluar karat dari dalam lapisan email).
2.        Stoples kaca/gelas bening untuk tempat fermentasi/pembuatan Teh Kombucha. Jangan menggunakan tempat dari plastik (botol aqua dsb) atau tempat dari bahan logam karena akan mengakibatkan oksidasi. Tempat dari kaca adalah yang terbaik.
3.        Serbet atau sapu tangan untuk menutup stoples tempat teh Kombucha dibuat.
4.        Karet gelang atau tali.
Adapun langkah-langkah selanjutnya dalam pembuatan teh kombucha adalah sebagai berikut:
1.        Rebus kurang lebih 0.5 liter air dalam panci stainless atau panci email
2.        Setelah air mendidih, lalu masukkan daun teh kedalamnya, tutup rapat panci, biarkan selama 2-3 menit. Rata-rata pemakaian daun teh adalah 15 gram/liter. Tapi ini tergantung selera Anda. Jika ingin lebih pekat, daun teh bisa ditambahkan atau sebaliknya.
3.        Saring daun teh dan tambahkan gula. Aduk sampai gula meleleh sempurna.
4.        Tambahkan 1.5 liter air dingin sisanya kedalam panci agar teh menjadi cepat dingin.
5.        Setelah temperatur sama dengan suhu ruang, pindahkan cairan teh manis tersebut kedalam stoples kaca yang sudah disediakan, sambil disaring.
6.        Masukkan Teh Kombucha biang sebagai starternya dan kemudian jamur Kombuchanya. Tidak masalah apakah jamur tersebut nantinya tenggelam atau mengapung di permukaan.
7.        Tutup stoples kaca tersebut dengan secarik sapu tangan bersih agar debu/lalat buah tidak masuk kedalam stoples namun tetap ada udara, sebab jamur Kombucha tersebut butuh bernafas. Ikat saputangan dengan tali atau karet agar tidak mudah terbuka (rapat). Ingatlah bahwa lalat buah sangat menyukai bau dari kombucha. Jika Anda tidak menutupnya rapatrapat, lalat buah akan masuk dan bertelur didalamnya.
8.        Jangan menaruh wadah fermentasi di tempat yang terkena sinar matahari langsung karena sinar ultraviolet akan membunuh bakteri dari Kombucha.
9.        Diamkan selama 7-12 hari, baru setelah itu Teh Kombucha bisa dipanen. Selama masa fermentasi, stoples jangan diguncang-guncang! Apabila Anda ingin mencoba terlebih dahulu hasilnya, Anda bisa memasukkan sedotan dan mencicipinya sedikit dari dinding kaca. Apabila dirasakan kurang asam, Anda bisa melanjutkan mendiamkannya kembali 1-2 hari lagi.
10.    Pada setiap stoples dengan bibit/jamur Kombucha yang dipanen akan ada “Baby Kombucha”, yang berupa lapisan tipis diatas jamur Kombucha yang lama. Pisahkan “Baby Kombucha ini” ditempat terpisah (dalam wadah kaca juga) untuk dijadikan sebagai cadangan. Kami menyebutnya: Disimpan dalam “Hotel Kombucha”. Baby Kombucha ini kemudian berguna untuk dijadikan bibit untuk membuat Teh Kombucha yang baru.

Perlu diperhatikan dalam seluruh proses pembuatan Teh Kombucha
1.        Menuntut kebersihan serta ketelitian dalam pembuatannya.
2.        Cuci bersih tangan Anda dengan sabun dan lap sampai kering dengan lap yang bersih dan baru.
3.        Lepaskan cincin & gelang dan benda-benda logam lain dari tangan Anda yang mungkin akan bersentuhan dalam proses pembuatan Teh Kombucha. Kuku juga harus bersih.
4.        Bersihkan semua alat-alat yang dipakai. Pakailah pengaduk dari kayu atau plastik/melamine, jangan dari logam.
5.        Cuci semua alat-alat yang akan/sudah dipakai terpisah dari alat-alat dapur/masak yang lain agar tidak kena minyak/zat-zat makanan lain, dan simpan terpisah.
6.        Penempatan pada saat fermentasi sebaiknya di tempat yang bebas polusi udara / bau yang tajam dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Juga ruangan harus bersih dari serangga ( lalat, semut, lebah dll).
7.        Jangan menaruh tempat sampah / buah-buahan di dekat wadah Fermentasi karena benda-benda ini mengundang lalat.

Memanen Teh Kombucha
1.        Setelah cukup usia (7-12 hari penuh) bukalah tutup stoples tempat Teh Kombucha.
2.        Pisahkan cairan yang sudah jadi tersebut serta saringlah dengan saringan plastik yang bersih dari minyak, lalu masukkan Teh Kombucha Anda kedalam botol-botol kaca/gelas, tutup rapat-rapat (ingat! Jangan tutup dari bahan logam) dengan sumbat non logam lalu simpan dalam lemari es. Teh Kombucha siap diminum.
3.        Sebenarnya lebih enak lagi kalau didiamkan lagi selama 3 hari (kali ini wadah ditutup rapat), agar soda dari hasil fermentasi lebih keluar. Rasanya akan terasa lebih segar, apalagi diminum pada saat cuaca yang sedang panas.
4.        Sisihkan sepersepuluh dari hasil panen agar Anda bisa membuat Teh Kombucha yang baru.

Kenapa Gagal Dalam Pembuatan Teh Kombucha
1.        Alat2 yang digunakan kurang bersih
2.        Memakai panci aluminium sewaktu memasak air
3.        Stoples diotak-atik ,digoncang-goncang atau dipindah-pindah selama masa fermentasi
4.        Ada yang merokok diruang fermentasi atau ditaruh di dapur yang banyak asapnya
5.        Lupa memasukkan starter
6.        Kena matahari secara langsung.
7.        Waktu memasak air dengan waktu memasukkan ke stoples terlalu lama ( 6-10 jam). Artinya teh tersebut terlanjur basi. Sebaiknya 3-5 jam, dimana suhu air teh manis sudah tidak panas lagi.

Tips
1.        Proses fermentasi memerlukan oksigen, sehingga stoples yang lebar akan mempercepat proses pembuatan Teh Kombucha.
2.        Bila Anda menggunakan stoples yang tinggi sementara air hanya separuh, maka proses fermentasi akan semakin lama.
3.        Temperatur berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Semakin dingin temperatur ruangan maka semakin lambat pertumbuhan jamur. Bahkan di Eropa pada saat musim dingin, masa fermentasi bisa mencapai 3 bulan. Oleh karena itu mereka biasanya menggunakan alas pemanas di bawah stoples tempat fermentasi.
4.        Fermentasi yang kurang dari 7 hari, tidak berkhasiat apa-apa.
5.        Pada waktu memanen anda akan mendapatkan dua Jamur, jamur pertama dan jamur baru/anaknya yang terbentuk selama proses fermentasi. Jamur yang baru dapat dipotong dengan tangan untuk dijadikan bibit pertama. Jamur yang lama masih dapat dipakai beberapa kali sampai warnanya menjadi coklat. Jamur yang lama dapat dipakai untuk pupuk tanaman.

Catatan.
1.        Kadang-kadang Kombucha Culture terapung, dan kadangkadang ia tenggelam. Keduanya OK. Bila Kombucha Culture tenggelam namun kombucha culture yang baru akan mulai tumbuh dipermukaan. Kombucha culture perlu waktu untuk menghasilkan dirinya kembali. Ia mulai dengan lapisan sangat tipis. Lebih lama anda biarkan dengan tenang, ianya akan semakin berkembang jadi lebih tebal. Karena mengembangkan sebuah Kombucha culture yang baru memerlukan waktu , anda harus memisahkan nya dari minuman Kombucha tea yang akan diminum.
2.        Biarkan Kombucha culture yang baru tumbuh dipermukaan cairan 3 s/d 5 minggu. Kombucha culture tumbuh dan menutupi semua permukaan cairan teh. Pada saat tumbuh dipermukaan teh, Kombucha culture menebal secara bertahap dan perlahan. Kombucha culture akan berupa gabungan lapisan yang mudah dipisah. Setiap lapisan dapat dipakai secara terpisah untuk membuat Kombucha tea yang baru.
3.        Jika Kombucha culture tenggelam dalam toples, sebuah kombucha culture yang baru akan terbentuk dipermukaan teh. Dengan cara seperti ini, Kombucha culture akan memperbanyak dirinya sampai warnanya berubah menjadi warna cokelat. Bila sudah jadi cokelat warnanya dan kotor, buang saja dan ganti dengan yang baru. Sehingga Kombucha culture yang unik ini bisa memberi anda dan keluarga anda dengan persedian Kombucha Tea secara terus-menerus dengan biaya sangat murah.

Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam.

Proses Fermentasi Kombucha dan Faktor Kehigienisannya

Proses fermentasi kombucha
Proses fermentasi dimulai ketika kultur mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2,kemudian bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Glukosa berasal dari inverse sukrosa oleh khamir menghasilkan glukosa dan fruktosa. Acetobacter sebagai bakteri utama dalam kultur kombucha mengoksidasi etanol menjadi asetaldehid lalu kemudian menjadi asam asetat. Aktivitas biokimia yang kedua dari bakteri Acetobacter adalah pembentukan asam glukonat yang berasal dari oksidasi glukosa. Sukrosa dipecah menjadi gluosa dan fruktosa oleh khamir. Pada pembuatan etanol oleh khamir dan selulosa oleh A. xylinum, glukosa dikonversi menjadi asam glukonat melalui jalur fosfat pentosa oleh bakteri asam asetat, sebagian besar fruktosa dimetabolis menjadi asam asetat dan sejumlah kecil asam glukonat. Bakteri asam laktat juga menggunakan glukosa untuk mensintesis selulosa mikroba. Fruktosa masih tertinggal sebagian dalam media fermentasi dan diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana oleh mikroorganisme sehingga dapat digunakan sebagai substrat fermentasi. Kultur dalam waktu bersamaan juga menghasilkan asam-asam organic lainnya. Bakteri A. xylinum mengubah gula menjadi selulosa yang disebut nata/pelikel dan  melayang di permukaan medium. Jika nutrisi dalam medium telah habis dikonsumsi, kultur akan berhenti tumbuh tetapi tidak mati. Kultur akan aktif lagi jika memperoleh nutrisi kembali. Bakteri asam asetat memanfaatkan etanol untuk tumbuh dan memproduksi asam asetat. Adanya asam asetat menstimulasi khamir untuk memproduksi etanol kembali. Interaksi simbiosis ini ditemukan pada Glukonobacter dan S.cerevisiae. Konsentrasi asam asetat
dalam kombucha hanya meningkat sampai batas tertentu lalu mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena pemanfaatan asam asetat lebih lanjut oleh A. xylinum ketika jumlah gula dalam media teh mulai habis. Penurunan kadar asam ini juga dikarenakan fermentasi etanol oleh khamir juga mengalami penurunan dikarenakan pH yang sangat rendah serta mulai habisnya gula dalam larutan.
Acetobacter juga mampu menghidrolisis sukrosa menggunakan levansukrase menjadi glukosa dan sebuah polisakarida fruktosa. Jenis gula (sukrosa, glukosa, fruktosa) memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap pembentukan etanol dan asam laktat, namun konsentrasi gula secara individu hanya mempunyai pengaruh yang sangat kecil terhadap rasa kombucha.
Selama proses fermentasi teh kombucha terjadi aktivitas mikroorganisme yang berlangsung secara simultan dan sekuensial. Proses fermentasi dimulai dengan aktivitas khamir yang memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa dengan bantuan enzim ekstraseluler invertase dan selanjutnya glukosa direduksi menjadi etanol dan karbondioksida yang terbentuk bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Laju pemecahan sukrosa menjadi fruktosa lebih tinggi dibandingkan terhadap produksi glukosa. Kedua gula ini dapat digunakan oleh A. xylinum untuk memproduksi asam organic dan biosintesis selulosa. A. xylinum tidak aktif me-metabolisis fruktosa seperti halnya glukosa, sehingga fruktosa terakumulasi di dalam larutan.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses fermentasi adalah:
1.        Ketersediaan nutrisi meliputi unsur C, N, P, dan K.
2.        pH medium sekitar 5,5.
3.        Suhu fermentasi 23 - 27 °C dengan tolaransi dalam kisaran 18 - 35 °C.
4.        Ketersediaan udara namun tidak dalam bentuk aerasi aktif.
5.        Tidak boleh ada goncangan atau getaran.
6.        Tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
Lama fermentasi akan berlangsung selama 4-14 hari. Semakin lama fermentasi maka rasa teh kombucha akan semakin asam dan rasa manis akan semakin berkurang. Lama fermentasi yang disarankan adalah 14 hari karena gula telah benar-benar difermentasi dari minuman dan minuman memiliki rasa yang kuat seperti anggur.
Setelah proses fermentasi selesai, jamur kombucha akan berubah warna menjadi kecoklatan, dan ramuan teh manis akan mengeluarkan sedikit buih. Jika warna jamur kombucha sudah menjadi coklat tua, dan ramuan teh manis mengeluarkan banyak buih, sebaiknya teh kombucha tidak diminum lagi, karena dikhawatirkan mengakibatkan efek samping.
Pada fermentasi 10 hari, dengan kadar gula awal 8%, akan diperoleh fruktosa 25g/L, asam glukonat 3,1 g/L, dan asam asetat 2 g/L. Jika fermentasi diperpanjang menjadi 13 hari, maka fruktosa akan menjadi 15,03 g/L, asam glukonat 6,64 g/L dan asam asetat 8,61 g/L.

Faktor Kehigienisan.
Barangsiapa menjaga jamurnya dengan aturan dengan teliti dan hati-hati, tidak akan menjumpai kesulitan. Dalam laporan dari Rusia, diterangkan bahwa tidak perlu dilakukan penjagaan khusus terhadap jamur ini, karena jamur ini bisa menjaga dirinya sendiri terhadap kotoran. Jamur ini memiliki beberapa senjata guna menjaga dirinya seperti: asam organik, kandungan alkohol yang rendah, asam karbonat, produk antibiotik yang akan merintangi pertumbuhan mikroorganisme asing yang bukan berasal dari jamur itu sendiri. Peneliti dari Rusia, I.N. Konovalow mengemukakan dalam laporannya pada tahun 1959, bahwa pertumbuhan jamur dan bakteri teh yang intensif ini mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri lainnya. Demikian pula, Professor G.F. Barbancik dari Rusia (1958) melaporkan dalam bukunya mengenai teh-jamur yang didasarkan atas penelitian laboratorium, yang menunjukkan bahwa mikroba lain diusir teh jamur ini secara kuat (antagonisme).


Semoga Bermanfaat. Wallahu A’lam.

Tuesday, September 23, 2014

Cara Kerja dan Kultur Kombucha

Cara Kerja Kombucha
Dalam banyak laporan tertulis di berbagai lembaga maupun pengalaman perorangan, tak sedikit kesaksian yang meyakinkan muncul. Hal ini dapat dijelaskan dengan memahami bahwa kombucha tidaklah khusus membidik organ tubuh tertentu, namun mempengaruhi tubuh secara menyeluruh, dengan menstabilkan metabolisme tubuh dan menawarkan racun dengan asam glukuronat. Hal ini menyebabkan peningkatan kapasitas pertahanan endogenis tubuh terhadap pengaruh beracun dan tekanan lingkungan, sehingga metabolisme sel yang rusak diperkuat, dan berlanjut dengan pemulihan kesehatan tubuh. Beberapa sifat menyehatkan dari teh kombucha ini harus didukung oleh penelitian lebih lanjut.
Namun, mekanisme aktif lainnya telah dibuktikan melalui pengujian dan percobaan ilmiah, seperti pada pengaturannya terhadap perkembangan bakteri pada alat pencernaan, penguatan sel, detoksifikasi seperti mengurangi kelebihan keringat, harmonisasi metabolis, efek antibiotik, dan memfasilitasi keseimbangan pH tubuh. Kandungan asam glukonat yang ada pada minuman kombucha mampu memperkuat daya kekebalan tubuh terhadap infeksi dari luar serta mempunyai kemampuan untuk mengikat racun dan mengeluarkannya dari tubuh lewat urin. Kandungan antimikroba pada minuman kombucha mampu menghambat pertumbuhan Shigella sonmei, E. coli, dan Salmonella typhimurium. Selama fermentasi kultur kombucha akan menghasilkan sejumlah alkohol, karbondioksida, vitamin B, vitamin C, serta berbagai jenis asam organik yang sangat penting bagi metabolisme manusia seperti asam asetat, asam glukonat, asam glukoronat, asam oksalat, dan asam laktat.
Komposisi larutan media (teh) mempengaruhi aroma dan rasa kombucha. Komposisi yang dimaksud adalah gula-gula residu, karbondioksida dan asam organic (terutama rasio antara asam asetat dengan asam glukonat). Asam asetat yang bersifat volatile menghasilkan aroma kuat dan menusuk serta beraroma asam, sedangkan rasa asam yang dihasilkan asam glukonat lembut.

Kultur Kombucha
Kultur kombucha mengandung berbagai macam bakteri dan khamir di antaranya Acetobacter xylinum, A. aceti, A. pasteurianus, Gluconobacter, Brettanamyces bruxellensis, B. intermedius, Candida fomata, Mycoderma, Mycotorula, Pichia, Saccharomyces cerevisiae, Schizosaccharomyces, Torula, Torulaspora delbrueckii, torulopsis, Zygosaccharomyces bailii dan Z. rouxii.
Kultur kombucha berbentuk seperti pankuk yang berwarna putih (pucat) dan bertekstur kenyal seperti karet dan menyerupai gel. Kultur yang disebut pelikel ini terbuat dari selulosa hasil metabolisme bakteri asam asetat. Kultur kombucha dapat terletak mengapung di permukaan cairan atau kadang dijumpai tenggelam di dalam cairan teh kombucha. Kultur kombucha mencerna gula menjadi asam-asam organik, vitamin B dan C, serta asam amino dan enzim. Kultur ini juga berperan sebagai mikroorganisme probiotik yang baik bagi
kesehatan.
Koloni kombucha mewakili hubungan simbiosis antara bakteri dan khamir. Acetobacter xylinum dalam aktivitasnya menunjukkan perannya sebagai bakteri utama dalam koloni kultur. Beberapa kombinasi bakteri-khamir dalam kombucha antara lain Acetabacter sp. Dan Pichia, Zygosaccharomyces, jumlah khamir yang terdapat di dalam koloni sangat bervariasi, namun yang paling sering ditemukan berasal dari genera Brettanomyces, Zygosaccharomyces dan Saccharomyces. Rendahnya laju kontaminasi oleh mikroorganisme
berbahaya (patogen dan pembusuk) menandakan bahwa kombucha juga dapat diproduksi sendiri tanpa adanya risiko patogen bagi kesehatan. Keasaman produk kombucha relative tinggi, yaitu dengan total asam sekitar 33 g/L, dan dalam jumlah ini kontaminan lain akan sulit tumbuh. Namun apabila fermentasi berlangsung terlalu lama, maka keasaman akan meningkat sangat jauh sehingga dapat membahayakan orang yang mengkonsumsinya.
Dengan pH yang rendah dan kondisi lingkungan anaerob menyebabkan viabilitas khamir dan bakteri menjadi menurun selama fermentasi berlangsung, namun masih ada beberapa genera baik khamir maupun bakteri yang dapat tahan dalam kondisi tersebut.  Langkah-langkah prosedural dilakukan sama seperti proses pembuatan teh kombucha, tetapi toplesnya bisa digunakan yang lebih kecil. Lapisan selulosa yang baru terbentuk dan seduhan teh yang sudah difermentasi dijadikan starter untuk pembuatan minuman kombucha. Agar diperoleh kepuasan maksimal dari minuman ini, biarkan minuman ini sekitar beberapa hari (sekurang-kurangnya 5 hari) setelah ditaruh dalam botol. Kegiatan bakteri terhenti karena minuman yang di dalam botol tanpa udara, sementara raginya terus bekerja. Jika botol benar-benar tertutup dengan baik, gas yang dihasilkan oleh kegiatan ragi, tidak bisa keluar, sehingga minuman yang berbuih halus biasa dihasilkan. Komponen-komponen yang terbentuk selama proses fermentasi kombucha
1.        Asam laktat
Asam laktat yang ada di dalam kombucha sebagian besar terdapat dalam bentuk L(+)-laktat. Asam laktat penting bagi sistem pencernaan manusia. Asam laktat juga digunakan sebagai indikator penyakit kanker.
2.        Asam asetat
Asam asetat dapat menghambat bakteri berbahaya sehingga sering digunakan menjadi pengawet. Asam asetat merupakan komponen yang memberi aroma dan rasa khas pada kombucha.
3.        Asam malat
Asam malat penting dalam proses detoksifikasi tubuh.
4.        Asam oksalat
Asam oksalat dapat berfungsi sebagai pengawet alami dan juga mendukung sel dalam memproduksi energi bagi tubuh.
5.        Asam glukonat
Asam glukonat efektif dalam infeksi yeast seperti Candida.
6.        Asam butirat
Asam butirat diproduksi oleh khamir dan bekerja sama melawan infeksi khamir dengan asam glukonat.
7.        Asam nukleat
Meningkatkan regenerasi sel yang baik dan sehat.
8.        Asam amino
Merupakan sekelompok asam yang berperan dalam pembentukan protein. Asam amino penting dalam pembelahan sel dan memperbaiki jaringan yang rusak. Asam amino juga dapat membentuk antibodi yang dapat melawan bakteri dan virus.
9.        Enzim

Enzim adalah bagian dari protein yang bertindak sebagai biokatalis, mempercepat laju reaksi biokimia dalam tubuh. Oleh karena itu, enzim akan meningkatkan fungsi-fungsi kesehatan  Kombucha juga mengandung beberapa vitamin B dan C, serta bakteri dan khamir yang penting.

Hasil Penelitian, Survey terhadap manfaat dan Kasiat Teh Kombucha

Teh Kombucha merupakan minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir). Ia merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu. Kombucha berfungsi sebagai penyembuh terhadap berbagai macam penyakit dan telah di gunakan berulang kali dirumah tangga diberbagai negara Asia yang memiliki 1001 manfaat yang terkenal.
Pada tahun 1914 Bacinskaja menyatakan bahwa minuman ini efektif untuk kegiatan perut dan usus, khususnya pada bagian pembuangan. Ia menyarankan orang meminum segelas kecil sebelum makan dan meningkatkan takarannya secara berangsur-angsur untuk mendapatkan khasiat yang nyata dari minuman ini.
Professor S. Bazarewski mengemukakan dalam suatu laporan di "Correspondence for the Association of Nature Researchers in Riga" (1915) bahwa penduduk berbangsa Latvia di Provinsi Rusia Baltic, yaitu di Livland dan Kurland, mempunyai obat tradisional yang bernama "Brinum Ssene", yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "Jamur Ajaib". Penduduk Latvia menggambarkan jamur ini sebagai "kekuatan penyembuh yang ajaib untuk berbagai macam penyakit", sesuai dengan uraian Bazarewski. Beberapa orang yang ditanyai Bazarewski menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan sakit kepala, tetapi yang lain
juga menyatakan kepadanya bahwa "jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit". Dari beberapa penelitian, ditemukan bahwa kombucha sangat baik untuk:
Ø  Mengobati maag, sakit perut, Disentri dan sembelit.
Ø  Mengobati rematik, Sakit sendi dan tulang, Sakit otot pada bahu dan leher/tengkuk,
Ø  Mengobati sakit kepala termasuk migraine, batuk, Asma, Bronchitis, alergi.
Ø  Memperbaiki kondisi tubuh, Stamina tubuh dan daya tahan tubuh,
Ø  Mengobati Disfungsi ereksi /Impotensi.
Ø  Menambah tenaga termasuk tenaga seksual.
Ø  Menurunkan ketegangan saraf.
Ø  Mengatasi masalah buah pinggang
Ø  Mengobati Katarak/Gangguan kornea mata, sakit keputihan dan Kencing manis.
Ø  Membersihkan pundi empedu.
Ø  Memulihkan fungsi alat pencernaan.
Ø  Menurunkan tekanan darah tinggi.
Ø  Menyembuhkan sakit lumpuh (stoke).
Ø  Membersihkan Jerawat dan penyakit kulit lainnya.
Ø  Menyuburkan rambut dan mengatasi masalah kerontokan /keguguran serta membantu masalah uban,
Ø  Memperbaiki gangguan menstruasi dan menopause.
Ø  Bermanfaat melawan arteriosclerosis.
Ø  Mengurangi stres dan gangguan tidur (insomnia).
Ø  Bermanfaat bagi penderita stress mental.
Ø  Detoksifikasi /menawarkan racun.
Ø  Membunuh sel kanker, dan lain-lain.
Pada tahun 1996, seorang bernama Bev Ferguson, pemilik Kombucha Manna Internasional membuat sebuah survey di sebuah mailing list Kombucha yang beranggotakan 600 orang dari seluruh dunia. Mereka berbagi pengalaman, manfaat apa yang telah mereka dapatkan setelah mengkonsumsi Teh Kombucha. Hasilnya kemudian dipetakan sebagai berikut:
Ø  82% Resistensi terhadap pilek & flu
Ø  81% Kondisi tubuh meningkat
Ø  81% Bebas dari sembelit
Ø  44% Mengalami peningkatan energi
Ø  42% Terbebas dari nyeri arthritis
Ø  30% Berat badan menjadi seimbang
Ø  27% Memiliki pola tidur yang lebih sehat
Ø  27% Terbebas dari sakit maag dan masalah pencernaan
Ø  24% Menurunkan berat badan 2.5 – 5kg
Ø  21% Peningkatan kualitas kulit
Ø  19% Terbantu dari gejala PMS
Ø  19% Terbebas dari alergi
Ø  17% Penurunan Tekanan Darah & Kolesterol
Ø  17% Mengurangi kecanduan gula
Ø  13% Mengurangi keram dan ketidaknyamanan saat menstruasi
Ø  13% Mengurangi kecanduan kafein
Ø  12% Memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik
Ø  12% Menghilangkan pertumbuhan pra-kanker kulit
Ø  10% Menghilangkan tahi lalat dan efek penuaan
Ø  9% Terbebas dari Migrain
Ø  8% Peningkatan kualitas rambut dan kuku
Ø  8% Peningkatan Libido
Ø  7% Mengembalikan warna rambut ke warna aslinya
Ø  7% Terbantu dari gejala menopause
Ø  6% Menurunkan berat badan 10kg
Ø  6% Orang dengan kanker mempertahankan status ‘bebas dari kanker’ untuk 1-4 tahun
Ø  5% Menghilangkan mual akibat kemoterapi
Ø  4% Rambut kembali tumbuh
Ø  3% Peningkatan T-sel dalam darah
Ø  3% Orang dengan kanker mempertahankan status ‘kanker bebas’ untuk kurang dari satu tahun
Ø  2% Orang dengan kanker mempertahankan status ‘bebas dari kanker’ untuk 5 tahun lebih
Beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan:

Mengapa Teh Kombucha bisa melakukan semua itu ? Karena zat-zat dalam minuman ini dapat membuat tubuh mengeluarkan toksin sehingga organ tubuh berfungsi lebih baik. Kombucha kaya akan Vitamin, 10 macam Asam, Enzym dan Bakteri yang menguntungkan tubuh! Khasiatnya sangat terasa bila tubuh sedang diserang penyakit tertentu. Bila tidak sedang sakit, kombucha tetap bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan vitalitas, serta menguatkan dan menyeimbangkan kerja organ-organ tubuh.

Kombucha dan Sejarahnya

Apa itu Kombucha ?            Tak Kenal maka tak sayang.
Kombucha adalah jamur teh yang berasal dari Asia Timur dan tersebar ke Jerman melalui Rusia sekitar pergantian abad ke-20. Penyembuh berbagai macam penyakit ini semakin banyak digunakan di rumah tangga di pelbagai negara di Asia. Jamur kombucha merupakan membran jaringan-jamur yang bersifat gelatinoid dan liat, serta berbentuk piringan datar. Kombucha hidup dalam larutan nustrisi teh-gula yang tumbuh dengan cara germinasi. Pada mulanya, piringan jamur tumbuh meluas pada permukaan the lalu menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat, sehingga akan hidup sepanjang umur pemilik serta keturunannya. Kombucha tea (teh kombucha) merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dan di fermentasi selama 8-12 hari. kombucha adalah suatu ramuan minuman kuno, yang merupakan hasil dari simbiosis murni dari bakteri dan ragi kombucha yang berasal dari Asia Timur, dan sampai di Jerman melalui Russia sekitar akhir abad lalu.
Kombucha berfungsi sebagai penyembuh terhadap berbagai macam penyakit ini telah digunakan berulang kali dirumah tangga diberbagai negara Asia. Jamur tersebut terdiri dari gelatinoid serta membrane jamur yang liat dan berbentuk piringan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis yang akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk susunan piringan berlapis. Piringan pertama akan tumbuh pada lapisan paling atas yang akan memenuhi lapisan, kemudian disusul oleh pertumbuhan piringan berlapislapis dibawahnya yang akan menebal. Bila dirawat secara benar, jamur ini akan tumbuh pesat dan sehat. Selama proses fermentasi dan oksidasi berlangsung, terjadi bermacam-macam reaksi pada larutan teh-manis secara asimilatif dan disimilatif. Jamur teh memakan gula, dan sebagai gantinya memproduksi zat-zat bermanfaat yang dalam minuman tersebut, seperti asam glukuronat, asam laktat, vitamin, asam amino, antibiotik, serta zat-zat lain. Maka dari itu, jamur kombucha ini bagaikan sebuah pabrik biokimia mini.

Sejarah Teh Kombucha
Kata kombucha diambil dari sebuah cerita pada zaman kekaisaran jepang yaitu Kaisar Inkyo yang menderita sakit sembelit selama bertahun – tahun, sang Kaisar sangat tersiksa karena harus memerintah kerajaan dalam keadaan menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Kemudian pada tahun 414 M, seorang tabib Korea bernama Kombu menemukan ramuan ajaib yang berhasil menyembuhkan penyakitnya. Lalu ramuan ajaib tersebut diberi nama “Kombucha”, kata “kombu” diambil dari nama si tabib tadi dan “cha” yang artinya adalah teh. Di berbagai daerah dan Negara nama Kombucha tea disebut juga dengan manchurian tea mushrom, fungus japonicum, olinka, kargasok tea, tea kwas, heldenpise, olga tea, atau mogu tea. Sedangkan di jawa orang biasa menyebutnya dengan jamur dipo atau jamur super.
Teh kombucha di yakini telah dikenal lebih dari 2.000 tahun lalu. Ramuan ini diperkirakan berasal dari daerah Siberia bagian selatan, tepatnya daerah bernama Kargasok yang berbatasan dengan Cina. Penduduk kargasok berumur panjang (rata-rata lebih dari 100 tahun), tetap aktif dan selalu tampak sehat. Para peneliti juga mendapati, hampir tidak ditemukan penyakit kanker diantara penduduk Kargasok yang rajin mengkonsumsi kombucha sebagai minuman sehari – hari. Dari sini kombucha kemudian menyebar ke Cina terutama Manchuria, sehingga dikenal dengan nama manchurian tea mushrom. Melalui perdagangan jalur sutera, ia dibawa ke Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa. Hingga kini kombucha tea telah dikenal di berbagai Negara dan karena khasiatnya yang luar biasa tersebut banyak memunculkan penelitian – penelitian yang dilakukan oleh para dokter spesialis.
Dulu kombucha tea sangat popular dan terkenal, tapi pada saat perang dunia jamur kombucha tersebut sempat kehilangan popularitas karena kekurangan pasokan teh dan gula pada masa itu. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, kini kombucha tea mulai di gemari kembali oleh masyarakat.

Kombucha tea masuk ke Indonesia pertama kali karena dibawa oleh seorang penerbang yang tinggal di Ujung Pandang, dengan tujuan untuk mengobati kedua orang tuanya yang menderita stroke, kelumpuhan dan menderita penyakit gula kronis. Ternyata setelah mengkonsumsi Kombucha tersebut, mereka berhasil disembuhkan. Sejak saat itu, Kombucha mulai dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia belum mengetahui dan mengenal kombucha. Bahkan, mungkin mendengar namanya pun masih asing. Padahal, pemanfaatan kombucha tea untuk pengobatan sudah cukup lama diterapkan di Indonesia, yakni decade 1930-an. Kombucha atau sering disebut teh kombu adalah larutan hasil fermentasi atau hasil peragian larutan teh, gula dan “jamur” kombu.